Menciptakan Laboratorium Blog dan Kegunaannya

Menciptakan Laboratorium Blog dan Kegunaannya

Bagi seorang blogger dan web designer menciptakan tampilan blog yang indah dan user friendly merupakan sebuah pekerjaan wajib yang harus dilakukan, karena dengan design yang indah dan nyaman ketika diakses merupakan salah satu kunci blog disukai oleh para pengunjung.

Selama ini apabila membuat design atau ingin merubah tampilan website / blog yang Anda miliki maka ada sedikitnya 2 cara klasik, cara pertama dilakukan secara offline di komputer lokal dengan menggunakan software designer web lalu membuat database offline sendiri sehingga blog bisa dicoba selayaknya menggunakan internet, cara kedua yaitu melakukannya langsung di internet saat blog sedang online.

Keduanya mempunyai resiko tersendiri, untuk cara pertama mungkin blog akan berjalan baik di komputer lokal namun saat dicoba online ternyata banyak hal yang di luar perkiraan, seperti misalnya tampilan blog berbeda saat dijalankan offline dan online lalu ditemukan beberapa error saat online. Cara kedua pun lebih beresiko lagi karena jika dilakukan saat blog online maka tentu akan mengganggu para pengunjung blog yang sedang blogging di dalam blog, terlebih lagi jika ternyata saat mengutak-atik terdapat error yang dapat mengganggu tampilan blog sehingga para pengunjung blog menjadi merasa terganggu.

Ada sebuah cara yang lebih bijak jika ingin bereksperimen dalam blogging, tidak terbatas pada design saja, Anda bisa melakukan semua percobaan dalam blogging seperti misalnya utak-atik tampilan design, mencoba plugin, mencoba memasukkan skrip dsb, yaitu dengan menciptakan blog tersendiri yang khusus untuk melakukan eksperimen, sebut saja namanya “laboratorium blog”.

Laboratorium blog atau “labblog” (saya menyebutnya demikian) merupakan sebuah blog yang khusus diciptakan untuk melakukan percobaan-percobaan. Laboratorium blog merupakan kloningan dari sebuah blog yang Anda miliki sehingga saat melakukan perubahan di dalam laboratorium blog maka ‘feelnya’ tidak berbeda jauh seperti melakukan perubahan pada blog utama yang Anda miliki.

Saya pribadi saat melakukan redesign blog pribadi saya ini terlebih dahulu melakukan percobaan di laboratorium blog milik saya yang beralamat di rajaseo.com. Blog tersebut merupakan salah satu blog milik saya yang bisa dikatakan sudah tidak terpakai lagi, yup blog tersebut saya ciptakan saat saya ingin mengikuti salah satu kontes seo di negeri ini namun karena suatu hal saya tidak jadi melanjutkan kontesnya sehingga blog tersebut menjadi ‘nganggur’ 🙂 blog tersebut mempunyai banyak perbedaan dengan blog utama saya, yaitu berbeda dari segi domain name host, hosting, bahasa dan optimasi namun dengan struktur hosting (cpanel) dan content management system (WordPress) yang sama.

Segala percobaan untuk blogging saya lakukan di sana dan jika hasilnya sudah bagus dan beres (tanpa error dsb) maka hasilnya bisa langsung dicopy-paste ke dalam blog utama atau blog lain yang sedang dioptimasi, dengan begitu jikalau terjadi ‘kecelakaan’ pada saat melakukan percobaan maka yang terkena adalah ‘laboratoriumnya’ sehingga blog utama tetap aman.

Mungkin ada sebuah pertanyaan mengapa saya tidak menggunakan subdomain saja di putraperdhana.com untuk percobaan, misalnya beta.putraperdhana.com? jawabannya karena saya kurang srek jika melakukannya dengan 1 domain utama karena melakukan banyak percobaan tentu banyak komponen-komponen blog yang dimasukkan dan tentu akan membebani hosting blog utama, belum lagi kebiasaan melakukan refresh yang mempengaruhi orisinalitas optimasi pada domain utama selain itu dengan menggunakan blog yang berbeda maka laboratorium blog tersebut bisa digunakan untuk melakukan percobaan pada blog-blog lainnya.

Ada 3 pesan saya jika menggunakan laboratorium blog:

Gunakan blog yang tidak terpakai namun struktur blognya seperti cpanel dan content management system (cms) masih berfungsi dengan baik.

Selalu membuat backup pada blog utama dan laboratorium blog baik online maupun offilne, sehingga apabila terjadi error maka mudah untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Uji coba keseluruhan saat melakukan percobaan, sehingga tidak ada lagi error atau masalah saat di copy-paste ke blog utama.

Selamat beruji coba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *